filed in Uncategorized on
Oct.12, 2010
Teknologi informasi telah membuka mata
dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah
jaringan bisnis dunia yang tanpa batas. Disadari betul bahwa perkembangan
teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat,
yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah memberikan
kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan / industri maupun
pemerintah. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi
operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi,
publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan
oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainya.
Perkembangan Teknologi informasi
internet telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Dengan
adanya Teknologi internet telah merubah gaya hidup masyarakat Indonesia yang
primitif menuju masyarakat modern. dampak positif dari sebuah Teknologi
internet di indonesia yanitu dapat memudahkan pencarian informasi,
artikel,lowongan pekerjaan, dan masih banyak lagi.Tetapi disamping ada sisi
positifnya juga tidak terlepas dari sisi negatif antara lain membuat
manusia menjadi malas.
Jika kita mengambil contoh dalam
kehidupan sehari-hari seperti penjualan on-line (e-commerce),
pendafataran masuk perguruan tinggi on-line, pendaftaran cpns
on-line, itu semau juga berkat dari perkembangan teknologi internet di
indonesia.Hampir sebagian besar aktifitas masyarakat di indonesia sudah mulai
menggunakan teknologi internet.Bahkan layanan internetpun sudah mulai meerambak
kepelosok desa,contoh saja sekarang warnet mulai bermunculan di setiap kota di
indonesia.
Sejarah
Perkembangan Internet Indonesia
Internet di indonesia mulai
berkembang pada awal tahun 90-an. Saat itu jaringan internet di Indonesia
lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama,
kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa diantara para
pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya
kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktivitasnya,
terutama yang melibatkan perdagangan Internet.
Sejak 1988, ada pengguna awal Internet
di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk
mengakses internet.
Awal Internet Indonesia
Berdasarkan catatan whois ARIN dan
APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24)
didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono
Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi
Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal
pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing
personal telah mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun
cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.
Tulisan-tulisan tentang keberadaan
jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak
seperti KOMPAS berjudul “Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio”[1] di
bulan November 1990. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan
Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.
Di sekitar tahun 1994 mulai beroperasi
IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama
Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah
bisnis Internet & masih sedikit sekali
pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan
menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekat barangkali.
Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah
Sanjaya adalah dosen UI. Akses awal di IndoNet mula-mula memakai mode teks
dengan shell account, browser lynx dan email client pine pada server AIX.
Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia
seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote
browser Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet.
sumber (http://id.88db.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar